top of page
  • Gambar penulisTeduh

Panic Attack, Apa dan Mesti Gimana?


Photo by Simran Sood on Unsplash


Halo #TemanTeduh semua, semoga kabarnya baik, ya! Di artikel kali ini kita akan membahas mengenai panic attack nih, aku yakin pasti banyak dari #TemanTeduh yang udah sering dengar atau tahu istilah yang satu ini. Hmm… atau bahkan mungkin salah satu dari #TemanTeduh yang sedang membaca ini pernah mengalaminya?


Warning dulu ya sebelumnya, artikel ini bukan untuk self diagnose, jadi kalau nanti ternyata setelah membaca artikel ini kamu merasa pernah mengalami panic attack, kamu bisa melakukan tips yang akan Teduh berikan atau reach out ke profesional kalau itu sudah sangat mengganggu keberfungsian kamu sehari-harinya.


Okay, jadi sebenarnya apa sih panic attack itu? Jadi, panic attack adalah keadaan di mana seseorang merasakan seperti diteror, ketakutan yang tiba-tiba dan intens, tanpa adanya bahaya yang sebenarnya terjadi. Biasanya panic attack terjadi secara tiba-tiba dan memuncak dalam waktu 10 menit, setelah itu kemudian mereda. Namun, beberapa kasus panic attack juga berlangsung lebih lama atau beruntun, karena itu kadang kita enggak bisa memprediksi kapan akan mengalami panic attack dan kapan hal itu berakhir, dan bahkan kapan terjadinya panic attack selanjutnya.


Siapa aja bisa mengalami yang namanya panic attack. Panic attack kadang dipicu oleh peristiwa tertentu, tapi bisa juga panic attack itu tadi menjadi gejala dari suatu gangguan tertentu seperti gangguan panik dan gangguan kecemasan atau agoraphobia.


Panic attack juga ternyata punya beberapa jenis, coba kita lihat ya!

  1. Serangan panik spontan atau tanpa peringatan atau “tiba-tiba”. Tidak ada pemicu situasional atau lingkungan yang terkait dengan serangan itu. Jenis serangan panik ini bahkan dapat terjadi saat tidur.

  2. Serangan panik yang terikat pada situasi atau antisipasi pada suatu peristiwa tertentu. Situasi ini menjadi pemicu episode panik. Misalnya, seseorang yang takut akan ruang tertutup dapat mengalami serangan panik saat memasuki atau berpikir untuk memasuki lift.

  3. Serangan panik yang dipicu oleh situasi, ini tidak selalu terjadi segera setelah situasi terjadi atau pemicu yang ditakuti muncul. Namun, orang tersebut lebih mungkin mengalami serangan panik dalam situasi seperti itu. Misalnya, seseorang memiliki rasa takut terhadap situasi sosial, tetapi ia tidak mengalami episode panik dalam setiap situasi sosial. Ia dapat mengalami panic attack setelah berada di lingkungan sosial untuk waktu yang lama.

Panic attack sendiri terjadi karena beberapa faktor:

  1. Senyawa kimia otak

  2. Genetika dan riwayat keluarga

  3. Stres atau permasalahan hidup

  4. Kepribadian dan temperamen


Nah, terus gimana caranya supaya tahu apakah kita pernah mengalami panic attack atau enggak? Sini sini, Teduh bakalan ajak #TemanTeduh semua untuk checklist bareng nih, yuk!

  • Nyeri dada atau ketidaknyamanan

  • Menggigil atau sensasi panas

  • Perasaan seolah tersedak

  • Merasa pusing, goyah, pusing, atau pingsan

  • Takut mati

  • Takut kehilangan kendali atau menjadi gila

  • Perasaan tidak nyata (derealisasi) atau terlepas dari diri sendiri (depersonalisasi)

  • Mual atau gangguan perut

  • Sensasi mati rasa atau kesemutan (parestesia)

  • Palpitasi, jantung berdebar, atau detak jantung yang dipercepat

  • Sensasi sesak napas atau tercekik

  • Berkeringat

  • Gemetar

Kalau dari checklist di atas #TemanTeduh merasa pernah mengalami panic attack, Teduh punya beberapa tips yang bisa dilakukan, nih!


Mengutip dari self help yang ada di aplikasi Teduh yang berjudul “Redakan Serangan Panik”, kamu bisa melakukan beberapa hal di antaranya:

  • Hilangkan keinginan untuk tidak merasa panik, semakin kamu memaksa dirimu untuk tidak panik, yang akan terjadi justru sebaliknya.

  • Melakukan teknik relaksasi napas dalam atau deep breathing untuk menenangkan diri kamu

  • Membuat mantra positif untuk dikatakan pada dirimu ketika kamu sedang mengalami panic attack, misalnya “Aku akan baik-baik saja, semuanya akan baik-baik saja, tidak ada yang akan menyakitiku. Aku hanya perlu menenangkan diriku.”

  • Melakukan teknik distraksi untuk mengalihkan panik yang menyerangmu. Ada beberapa teknik distraksi yang bisa kamu lakukan misalnya berhitung mundur, makan permen karet, memulai pembicaraan dengan teman atau orang di sekitarmu, memainkan alat musik, mengerjakan tugas sekolah atau pekerjaan kantor. Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga seperti melakukan lari atau jogging, bersepeda, berenang, berkebun, yoga, dan bentuk olahraga lainnya. Melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk distraksi seperti misalnya menonton film, makan camilan, bermain game, dan melakukan hobimu.

  • Melakukan teknik mindfulness, teman-teman bisa lihat di artikel Teduh yang ini ya untuk tahu lebih mendalam terkait teknik yang satu ini.

Nah itu dia beberapa tips yang bisa Teduh berikan untuk #TemanTeduh, boleh banget ya untuk dicoba, dan reminder juga, cara mengatasi panic attack di setiap orang berbeda-beda, jadi bisa dicoba sampai menemukan solusi yang paling cocok untuk mengatasi panic attack yang #TemanTeduh alami. Untuk mendapatkan tips lainnya, jangan lupa juga untuk download aplikasi Teduh di sini, ya!


Psychology Content Writer: Eunike Gracia


Sumber:

  1. What Is a Panic Attack? (2022, February 11). Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-panic-attack-2584403

35 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page