top of page
  • Gambar penulisTeduh

Kok Aku Didiemin Sih?




“Pasangan aku kenapa ngediemin aku dua hari ini sih?”

“Temen aku ngambek, dia enggak mau ngomong sama aku sekarang.”

“Papa aku marah dan enggak mau jawab waktu aku ajak ngobrol. Aku mesti gimana, ya?


Siapa yang pernah mengalami hal-hal seperti di atas, nih? Ayo angkat tangan!


Hm, kalau pernah, bisa jadi nih kamu sedang menjadi korban dari yang namanya silent treatment. Pernah denger enggak istilah itu? Mungkin masih asing ya untuk sebagian dari kita, jadi gini, silent treatment adalah sebuah tindakan atau perilaku mendiamkan atau menolak untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Seseorang yang melakukan silent treatment bahkan bisa sampai pada titik di mana dia menolak eksistensi orang lain. Banyak sekali orang yang melakukan silent treatment dalam hubungan, lho! Baik itu hubungan keluarga, pertemanan, maupun romantis. Silent treatment sendiri sebenarnya adalah bentuk kekerasan emosional karena dapat digunakan untuk mengendalikan dan memanipulasi orang lain.


Silent treatment sendiri dilakukan bisa karena beberapa alasan, nah di antaranya sebagai berikut:


Penghindaran

Banyak yang memilih untuk melakukan silent treatment karena mereka ingin menghindar, entah menghindar dari konflik atau permasalahan, atau bahkan menghindar dari orang tertentu, hal ini bisa jadi karena mereka juga bingung dan tidak tahu harus berkata apa.


Komunikasi

Ada yang menggunakan silent treatment ini sebagai bentuk komunikasi dalam hubungan. Yap, mereka mendiamkan pasangannya untuk mengkomunikasikan atau memberitahukan pasangannya secara tidak langsung bahwa mereka sedang marah, kesal, atau tidak ingin diganggu.


Hukuman

Silent treatment juga tidak jarang digunakan sebagai bentuk hukuman dari seseorang untuk mengontrol, memanipulasi dan menguasai orang lain, ini adalah bentuk dari kekerasan emosional.


Hmm… apakah benar silent treatment termasuk dalam emotional abuse atau kekerasan emosional? Ya, jawabannya benar. Terutama jika sudah terjadi hal-hal di bawah ini:

  • Mereka memiliki niatan untuk menyakiti orang lain dengan silent treatment itu tadi

  • Silent treatment yang dilakukan berlangsung lama

  • Silent treatment akan selesai kalau mereka yang mengakhirinya

  • Mereka tetap berkomunikasi dengan orang lain, tetapi tidak dengan kalian

  • Mereka mencari dukungan dari orang lain

  • Mereka membuat pasangan merasa bersalah dengan silent treatment itu tadi

  • Mereka memanipulasi dan menggunakan silent treatment agar pasangannya mau melakukan apa yang mereka inginkan


Hm… kalau gitu, harus gimana dong? Okay, ini ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan kalau kamu di-silent treatment, simak ya!


Akui situasinya

Ketika kamu merasa ada yang tidak beres dalam situasi yang terjadi dan mulai merasa bahwa kamu di-silent treatment, maka katakan “Baiklah, sepertinya kamu tidak meresponku”, hal ini dapat menjadi dasar dari situasi yang sedang terjadi dan kedua belah pihak dapat menyadari apa yang sedang terjadi.


Gunakan ‘I’ statements

Beritahukan apa yang sedang kamu rasakan, pikirkan dan inginkan dengan menggunakan ‘I’ statements. Misalnya, “Aku merasa sedih dan kecewa karena kamu tidak ingin meresponku dan menyelesaikan permasalahan ini.” Pada intinya, kalimat yang disampaikan berfokus pada diri sendiri sehingga tidak terkesan menyudutkan atau menyalahkan pihak lainnya.


Akui perasaan orang lain

Beritahukan pada orang lain untuk mengungkapkan dan mengekspresikan apa yang mereka rasakan karena hal itu penting dan valid, hindari sikap defensif atau terburu-buru untuk mencari penyelesaian masalah. Coba untuk ada dan mendengarkan apa yang ia ungkapkan dengan empati. Jika respon yang diberikan buruk, seperti berkata kasar, marah, mengancam atau bahkan melakukan kekerasan, usahakan untuk menghindar sesegera mungkin dari situasi itu dan menghubungi dokter, terapis, atau orang terpercaya lain yang dapat diandalkan.


Minta maaf untuk kata-kata atau tindakan yang dilakukan

Minta maaflah jika memang ada perkataan atau tindakan tidak menyenangkan yang dengan sengaja atau tidak sengaja kamu ucapkan sehingga membuat pasanganmu mendiamkanmu. Minta maaf yang kamu lakukan hanya untuk hal itu, bukan untuk tindakan silent treatment yang dilakukan oleh pasanganmu karena itu adalah bagaimana cara dia memilih untuk merespon dan itu bukan salahmu.


Tenang dan selesaikan masalah

Kadang seseorang memilih untuk melakukan silent treatment juga bisa jadi karena mereka merasa sakit hati, marah, kecewa, atau takut mengatakan sesuatu yang akan memperkeruh permasalahan. Inilah pentingnya untuk mengambil waktu untuk menenangkan diri satu sama lain lalu membahas masalah dan mencari jalan keluarnya.


Nah, gimana, udah cukup jelas kan gambaran tentang gimana silent treatment itu? Segera kenali ya kalau kamu sedang di-silent treatment, dan coba selesaikan juga dengan tips-tips di atas. Jangan lupa untuk download aplikasi Teduh di sini untuk mendapatkan self-help yang dapat membantu kamu.




Psychology Content Writer: Eunike Gracia


Sumber:

  1. Leonard, J. (2020, June 8). Is the silent treatment a form of abuse? Retrieved September 12, 2022, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/silent-treatment#how-to-respond

  2. Pietrangelo, A. (2019, April 30). How to Respond When Someone Gives You the Silent Treatment. Healthline. Retrieved September 12, 2022, from https://www.healthline.com/health/silent-treatment#make-it-about-them



32 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page